Jumat, 04 Maret 2016

Persiapkan Lahan Untuk Kedatangan Tank Leopard 21 MBT Buatan Jerman


Persiapkan Lahan Untuk Kedatangan Tank Leopard 21 MBT Buatan Jerman _Kedatangan Tank Leopard akhirnya berhembus juga. Pemesanan 164 tank memang disiagakan untuk pertahanan negara khususnya Alutsista. Jendral Mulyono selaku Kepala staf TNI AD mengatakan pihaknya akan mempersiapkan lahan untuk menjajal tank tempur Leopard Revolution buatan Jerman tersebut yang sepertinya akan bertempat di Sukabumi Jawa Barat. Masih sekedar persiapan semata, sekarang sudah datang justru Tank Leopard tersebut masih dibiarkan menganggur. Mulyono mengungkapkan bahwa persiapan tank tempur hingga lahan memang dilakukan secara matang, bukan semudah membuat tempe tegasnya. Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa Cibenda Sukabumi akan menjadi lahan utama yang akan dijadikan latihan tempur Tank Leopard, tegasnya. Sebelum membelinya saja sudah dilakukan uji tembak persenjataan terlebih dahulu natinya harus sesuai dengan spesifikasi awal.


Mulyono kembali menegaskan bahwa konstruksi memang belum lengkap, pengembangan akan latihan harus dilakukan secara maksimal. Tahun 2015 lalu Tank Leopard yang dibeli tidak sesuai karena tidak dilengkapi dengan perlengkapan tempur hanya berupa armada murni saja, padahal perlengakapan tempur tersebut sangatlah penting bagi penunjang kegiatan tempur di lapangan. Kabar terkini tentang penyerahan tank Leopard tersebut, diserahkan kepada Batalyon Kaveleri Yonkav 1 yang berada di Cinjantung Jakarta Timur. Selanjutnya upaya demi mempersiapkan lokasi untuk latihan tempur akan terus-menerus dimaksimalkan.

 


Kamis, 03 Maret 2016

Kemampuan Pesawat I-FX Seimbang Dengan Pesawat Buatan Rusia Sukhoi 35


Kemampuan Pesawat I-FX Seimbang Dengan Pesawat Buatan Rusia Sukhoi 35_  Bicara tentang potensi yang dimiliki oleh Indonesia tentunya bukan tanpa alasan bila Korea Selatan bersemangat untuk menjalankan kerjasama. Dari segi produksi memang Indonesia belum terlalu ahli dalam membangun pesawat tempur, Indonesia saat ini baru berpengalaman dalam membangun pesawat sipil sementara Korsel sudah lebih dahulu mengembangkan pesawat tempur. Proyek ambisius dari kerjasama Korsel dan Indonesia yang menggabungkan kemampuan pengerjaan struktur aerodinamis pada pesawat dan sistem elektroniknya yang dimiliki masing-masing negara akhirnya membuahkan hasil, inilah pesawat I-FX yang digadang kemampuannya seimbang dengan pesawat Su35 buatan Rusia.
Pesawat I-FX merupakan generasi 4,5 (pesawat tempur semi siluman) yang tidak menggunakan material secanggih jet tempur namun menggunakan teknik geometri pesawat. Sisi dari kelebihan I-FX diklaim lebih baik dari kemampuan pesawat buatan Prancis dan Eropa yaitu Rafale dan Typhoon namun setara atau seimbang dengan Sukhoi/Su-35 tegas Andi Alisjahbana selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan dari PTDI. Meskipun masih sekedar proyek namun pesawat tempur I-FX sudah termasuk rancangan nyata yang bertujuan untuk mengisi kekuatan udara jadi bukan hanya sekedar penyeimbang dan efek detterent semata. Kabarnya pesawat tersebut memang harus uji terbang serta melakukan banyak tes, untuk membangun I-FX saja membutuhkan waktu 9 tahun sedangkan untuk jeda waktu pembuatannya sekitar 15 thn lagi. Terakhir untuk pembelian pesawat tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia (KPI), kita nantikan saja perkembangan terbaru darinya.



Selasa, 01 Maret 2016

AF902 Sistem Pertahanan Udara Buatan China, Siap Dijajaki Indonesia

AF902 Sistem Pertahanan Udara Buatan China, Siap Dijajaki Indonesia_ Upaya dalam pertahanan negara terus menerus diupayakan oleh pemerintah khususnya pada bidang militer. Setelah proyek kerjasama Indonesia dengan China mengenai kereta cepat, kini Indonesia kembali melirik atau penjajakan pada sebuah sistem pertahanan/penangkis udara yang diproduksi oleh China yaitu AF902. Hal ini merupakan salah satu rencana strategis dari TNI untuk memenuhi kebutuhan dari alat utama sistem pertahanan. Sebelum pemenuhan AF902 terwujud TNI AU telah lebih dulu menggunakan sistem pertahanan buatan Swiss yaitu Oerlikon SkyShield MK2. AF902 terbilang cukup bagus apalagi dari segi PSU yang memiliki akurasi serta daya ledak yang tak kalah dengan sistem pertahanan buatan Swiss tersebut.

Kelebihan dari AF902 ialah ketangguhannya yang beroperasi di segala cuaca, pesawat tempur atau sejenis helikopter saja mampu dirontokkannya. Kecanggihan lain yang dimilikinya ialah tembakan bom yang sangat presisi sekalipun berada di ketinggian 4.000 meter. Terdapat rudal penjajah yang siap menghancurkan kendaraan jenis baja sekalipun. Untuk amunisi yang digunakan AF902 terdiri dari empat jenis dengan daya 550 amunisi per menitnya dan ukuran kaliber yaitu 35 mm untuk meriam ganda atau Type 90 dengan sistem infrared homing seeker. Memang lebih efektif dan menghemat biaya bila digabungkan dengan Rudal SHORAD (PL-9C) yang bisa menjangkau sekitar 22 km dan Rudal type 90 dengan jangkauan sekitar 6 km.








Harga dan Spesifikasi PCP Bocap Marauder Monolite

PCP Bocap Marauder Monolite - Info pemesanan anda bisa menghubungi kami di jalur Whatsapp, SMS dan telfon di nomor WhatsApp/SMS/Telfon 085232915627. Kami akan melayani anda pada jam kerja Senin - Sabtu jam 8 pagi sampai 12 malam.

Harga dan Spesifikasi PCP Bocap Marauder Monolite, produk ini adalah buatan Indonesia yang memberikan varian lain bagi para pecinta dunia militer dan atlet olahraga menembak di Indonesia. Produk ini bernama PCP Bocap Marauder Monolite yang mempunyai desain agak berbeda dengan varian lainnya yaitu PCP Bocap Predator Marauder Monolite. 

Spesifikasi dan Harga Senapan PCP Bocap Marauder Monolite
  • Tabung Bocap Taiwan 500cc, safety pressure 2800psi
  • Laras baja OD14 ,alur 12, panjang 55cm
  • Chamber monolite sidelever
  • Popor Thumbhole
  • Manometer samping kiri
  • Sistem Marauder
  • Triger AA buossss...
  • Safety triger
  • Cancel kokang kanan
  • Stelan per hamer belakang
  • Bonus tas camo ransel busa tebal dan magazine ori china 10rotari 1pcs
Harga Senapan PCP Bocap Marauder Monolite adalah : 
  • Harga 5.300.000
Jika ingin lengkap teleskop anda bisa menambah sendiri dan pesan juga di kami. Pilihan teleskop bervariasi, hubungi nomor kami langsung untuk info lebih lanjut. 


Senin, 29 Februari 2016

Minidrone MD4-1000 Dilirik Satuan Elite TNI

Minidrone MD4-1000 Dilirik Satuan Elite TNI_ MD4-1000 alias Drone buatan Jerman ini memang sangat handal dalam urusan mengintai. Kehadiran drone sangat membantu tugas dari satuan elite TNI khususnya misi militer, yang mana drone dapat dikendalian secara jarak jauh melalui GPS kurang lebih jaraknya 40 meter. Fungsinya pun banyak sekali selain mampu mengangkat dirinya sendiri, drone MD4-1000 juga bisa membawa muatan berupa kamera, senjata dan lain-lain yang rekomendasi kapasitas muatannya hingga 800 gram. Dirancang tahan air, debu, tahan ekstrimnya suhu udara/cuaca yang mampu menembus 130 derajat celcius dan dirancang tahan banting karena berbahan material dari carbon fibre. Wujud dari drone MDK-1000 pertama kali mulai ditampilkan pada pameran Indonesia Defence pada tahun 2014 lalu.

Mengapa MD4-1000 jadi pilihan? Fungsi guna dari kemasan drone tersebut cukuplah mempesona, pasalnya terdapat Mobile Command Control Station (MCCV) sebuah kendaraan yang memiliki peran utama sebagai Ground Control Station atau GCS yang mana pada ruang bagasinya terdapat ruang robot untuk menjinakkan bom, tentunya koneksinya langsung ke jaringan satelit yang sudah dioperasikan secara taktis. Untuk spesifikasi dari rone MD4-1000 adalah dengan adanya daya hingga 22.2 V mampu terbang hingga kecepatan 12 meter sedangkan lamanya waktu terbng bisa mencapai 90 menit. Bagaimana cukup mempesona bukan, pantas bila stuan elite TNI pun meliriknya. Jadi selain order pengandaan drone type Rajawali 330 untuk TNI AD, TNI AL pun juga telah siap menghadirkan drone MD4-1000.



Jumat, 26 Februari 2016

Pesanan Leopard Revolution TNI AD Akan Datang April 2016 Mendatang


Pesanan Leopard Revolution TNI AD Akan Datang April 2016 Mendatang_ Misi utama dari TNI AD adalah melengkapi persenjataan atau Alutsista, kabarnya pemesanan Leopard Revolution akan segera datang, diperkirakan berjumlah sekitar 61 Leopard. 10 Leopard akan datang pada bulan April 2016 dan sisanya akan dikirimkan pada bulan November 2016 mendatang. Itu berarti perlahan-lahan persenjataan TNI AD sudah mulai terpenuhi. Pada rapat yang diselenggarakan di Jakarta pada Februari 2016 lalu Komisi 1 melaporkan hasil pantauannya yaitu tank tempur yang dibeli belum memiliki perlengkapan yang lengkap seperti tidak tersedianya alat bidik otomatis dan alat komunikasi yang memadai, padahal alat komunikasi itu sangat mempengaruhi fungsi operasional dari Leopard.  
Tank Leopard Revolution
Ryamizard selaku Menteri Pertahanan mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha melengkapi perlengkapan tank  yang berasal dari produksi dalam negeri karena pengadaan yang dilakukan lebih cepat tetapi bila tidak memungkinkan maka pembelian akan dilakukan dari luar negeri serta akan lebih memantau kelengkapan dari tank tersebut. Pada tahun 2012 lalu Indonesia sudah membeli 163 tank terdiri dari Tank Medium sebanyak 50 Tank jenis Marder 1A3, 103 MBT ( 42 MBT Leopard 2A4 dan 61 MBT Leopard Revolution), dan Tank Pendukung. Pembelian tersebut diperkirakan mencapai 280 juta dollar AS atau 2,6 Triliun yang berasal dari APBN Tahun 2012.
Tank Leopard Revolution


Kamis, 25 Februari 2016

TNI AD Perkuat Senjata dan Alat Tempur Udara


TNI AD Perkuat Senjata dan Alat Tempur Udara_ Setelah kehadiran drone (UAV) Rajawali 330 buatan dalam negeri (PT Bhinneka Dwi Persada) yang ditugaskan untuk memantau sekaligus menjaga wilayah perbatasan, Jendral Mulyono selaku Kepala Staf AD kembali menyatakan bahwa akan memperkuat senjata dan alat tempur / Alutsista TNI AD.  Tahap awal dengan menambahkan Helikopter skuadron yaitu Helikopter Bell 412 dan AH64E Apache yang sekarang sedang dalam proses lalu rencananya akan menambahkan MBT Leopard melanjutkan rencana awal dari Renstra 1. MBT Leopard TNI AD memanglah masih berupa armada murni untuk perlengkapan lengkap memang masih sebatas perencanaan dan untuk Renstra II kabarnya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jerman untuk melakukan uji tembak dan kontrak perjanjian bila hasilnya memuaskan.
Skuadron Helikopter Serbu M 35 TNI AD
Sedangkan dari segi persenjataan TNI AD dikabarkan juga akan menambahkan Meriam, Alutsiska roket, hingga senjata untuk Arhanud berupa MLRS. Pameran alutsista pada peringatan Hari Juang Kartika yang diselenggarakan di Jakarta Pusat bulan Desember lalu menjadi ajang berharga, berbagai persenjataan mulai dari produksi dalam dan luar negeri hingga tercanggih pun ada di pameran tersebut. TNI AD kala itu menampilkan persenjataan tercanggih yang dulunya sempat menimbulkan perdebatan dan saat ini justru menjadi kekuatan utama. Rencananya untuk memperkuat pertahanan, TNI AD kembali siapkan tank hingga 124 jenis.